SURABAYAHEBAT.COM – Polda Jawa Timur memperkuat pengaturan lalu lintas di jalur menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, menyusul antrean kendaraan yang belum sepenuhnya terurai. Antrean kendaraan bahkan sempat mengular hingga lebih dari 6 kilometer di kawasan Pelabuhan ASDP Ketapang.
Direktur Lalu Lintas Polda Jawa Timur Kombes Pol Rahmat Hakim mengatakan, kondisi antrean kendaraan menuju Pelabuhan Ketapang masih bersifat fluktuatif. Panjang antrean berubah-ubah bergantung pada volume kendaraan dan kapasitas pelayanan penyeberangan.
Pada malam sebelumnya, antrean kendaraan tercatat mencapai sekitar 8-9 kilometer. Kondisi kemudian berangsur berkurang hingga sekitar 1,7 kilometer pada pukul 04.30 WIB.
Namun, antrean kembali meningkat pada siang hari hingga mencapai lebih dari 5 kilometer.
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Polda Jatim mengerahkan personel bantuan kendali operasi (BKO) untuk memperkuat pengaturan arus lalu lintas di sepanjang jalur menuju Pelabuhan Ketapang.
Rahmat menegaskan, personel BKO akan tetap ditempatkan hingga antrean kendaraan dapat ditekan di bawah 2 kilometer.
“Penanganan antrean ini tidak bisa saling menunggu. Kami menangani arus lalu lintas di jalan, sementara sektor penyeberangan juga harus mempercepat pelayanan agar antrean tidak kembali menumpuk,” kata Rahmat, Minggu (6/9/2026).
60 Personel Disiagakan 24 Jam
Untuk mendukung pengendalian arus kendaraan, sekitar 60 personel diterjunkan dengan dukungan 30 sepeda motor. Pengamanan dan pengaturan lalu lintas dilakukan menggunakan sistem empat sif selama 24 jam.
Selain mengatur pergerakan kendaraan, petugas juga memberikan bantuan terhadap kendaraan yang membutuhkan penanganan segera. Salah satunya kendaraan ambulans maupun kendaraan yang membawa masyarakat dalam kondisi sakit.
Polda Jatim menilai penanganan antrean kendaraan tidak dapat hanya mengandalkan rekayasa lalu lintas. Kelancaran arus juga sangat dipengaruhi kapasitas dan kecepatan pelayanan di sektor penyeberangan.
Karena itu, rapat koordinasi melibatkan berbagai pihak, mulai dari Polda Jatim, Polresta Banyuwangi, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Dinas Perhubungan, ASDP hingga Kementerian Perhubungan.
Rahmat meminta seluruh instansi terkait tidak hanya melakukan pemantauan dari kantor, tetapi turun langsung ke lapangan dan mengambil langkah teknis sesuai dengan kewenangan masing-masing.
“Semua pihak harus bergerak bersama. Tidak cukup hanya melihat kondisi dari kantor, tetapi harus turun langsung dan mengambil langkah sesuai kewenangannya,” ujarnya.
ASDP Tambah Kapal dan Terapkan Pola TBB
Dari sisi layanan penyeberangan, Kementerian Perhubungan bersama ASDP memberikan dukungan melalui penambahan kapal serta penerapan pola tiba-bongkar-berangkat (TBB).
Pola tersebut diterapkan untuk mempercepat pergerakan kapal sehingga kendaraan yang telah berada di dalam kapal dapat segera diturunkan dan kapal kembali beroperasi mengangkut kendaraan berikutnya.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi bersama Dinas Perhubungan terus melakukan koordinasi untuk membantu mengendalikan kendaraan sebelum memasuki kawasan Pelabuhan Ketapang.
Langkah tersebut diperlukan agar arus kendaraan tidak langsung menumpuk di sekitar akses utama pelabuhan.
Di sisi lain, kepolisian juga mengingatkan para pengendara untuk mengikuti arahan petugas dan tidak mengambil jalur berlawanan arah atau menerobos antrean.
Rahmat menegaskan, kendaraan yang menerobos antrean justru dapat memperburuk kondisi lalu lintas karena berpotensi mengunci arus dari kedua arah.
“Yang kita utamakan adalah tidak ada kendaraan yang ngeblong. Kalau sampai ngeblong, nanti mengunci arus. Kalau memang ada kebutuhan mendesak, segera hubungi petugas kami yang ada di sepanjang jalan. Kami hadir 24 jam untuk masyarakat,” tegasnya.
Polda Jatim bersama seluruh instansi terkait akan terus memantau perkembangan antrean kendaraan di jalur menuju Pelabuhan Ketapang. Pengaturan lalu lintas dan percepatan pelayanan penyeberangan dilakukan secara bersamaan agar kepadatan kendaraan dapat segera dikendalikan.
Dengan sinergi tersebut, antrean kendaraan diharapkan dapat ditekan di bawah 2 kilometer sehingga arus lalu lintas menuju Pelabuhan Ketapang kembali lebih lancar dan perjalanan masyarakat dapat berlangsung dengan aman. (UYI)






