Bisnis  

PGN dan Kemenperin Sinergi Manfaatkan Gas Bumi di Kawasan Industri

SURABAYAHEBAT.COM – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) selaku Subholding Gas Pertamina memperkuat sinergi dengan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) untuk memenuhi kebutuhan gas bumi di kawasan industri (KI). Dalam Forum Group Discussion (FGD) yang digelar di Batam pada 24 Agustus 2024, kedua pihak membahas potensi pemanfaatan gas bumi dengan target mencapai 115 BBTUD pada 2027.

Dewi Muliana, Direktur Perwilayahan Industri Kemenperin, mengungkapkan bahwa sektor industri pengolahan nonmigas tumbuh sebesar 4,64% pada triwulan I 2024, berkontribusi 72,39% terhadap nilai ekspor nasional. Selain itu, sektor ini menyumbang 17,47% terhadap PDB Nasional dan berhasil menarik investasi senilai Rp 155,5 triliun. “Pertumbuhan ini juga berdampak pada penyerapan tenaga kerja, dengan peningkatan sebesar 181 ribu orang dibanding Agustus 2022,” jelas Dewi dalam rilisnya pada 27 Agustus 2024.

Baca Juga  Carry dan Fronx Dongkrak Penjualan Suzuki hingga Tumbuh 30% di Kuartal I-2026

Kemenperin telah menyiapkan roadmap pembangunan industri hingga 2045, dengan fokus pada penguatan struktur hilirisasi industri mulai 2025, dan peningkatan industri berbasis teknologi menengah-tinggi pada periode 2030–2034. Indonesia ditargetkan menjadi pusat Global Value Chain serta pusat jasa manufaktur maju pada 2040–2045.

Mendukung visi tersebut, PGN menargetkan pengembangan infrastruktur gas bumi di kawasan industri yang belum memiliki akses gas bumi. Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN, Rosa Permata Sari, mengatakan bahwa perusahaan sedang melakukan pemetaan terhadap 14 kawasan industri prioritas, termasuk di antaranya KI Panbil Tembesi, Kalimantan Industrial Park, dan Indonesia Morowali Industrial Park, yang akan dilengkapi infrastruktur gas bumi. “PGN akan melanjutkan dengan Joint Planning, Site Survey, serta kajian tekno-ekonomi untuk kawasan-kawasan prioritas tersebut,” kata Rosa.

Baca Juga  Harga Emas Galeri24 dan UBS di Pegadaian Tak Bergerak pada 20 April 2026

PGN juga telah menandatangani Heads of Agreement (HoA) dengan sejumlah kawasan industri terkait pengembangan gas bumi, dengan potensi kebutuhan mencapai 115 BBTUD mulai 2027. Sinergi ini diharapkan mampu memperluas akses gas bumi dan memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi, khususnya di Indonesia bagian tengah dan timur. “Kami berkomitmen menyediakan akses gas bumi yang terintegrasi, baik melalui jaringan pipa maupun beyond pipeline,” tambah Rosa.

Komitmen PGN ini sejalan dengan upaya pemerintah mempercepat pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN), yang diharapkan dapat menstimulasi pemanfaatan gas bumi domestik dan menciptakan multiplier effect bagi ekonomi nasional. (HER)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News