Surabayahebat.com – Sejak pukul delapan Selasa sore, gelombang mulai meninggi dan membanjiri pemukiman Kalianak di pinggir jalan RT 1 RW 7.
Air pasang naik, memuncak pada pukul 10 pagi. sampai lutut orang dewasa.
Kondisi tersebut menghambat aktivitas ratusan keluarga di kampung Kalianak, karena banjir juga merendam rumah beberapa warga.
Warga terlihat membersihkan rumah dan menguras air, meski banjir kembali terjadi keesokan harinya.

Menurut warga setempat, pasang surut ini terjadi setiap bulan purnama, namun ketinggian air berfluktuasi, kini hanya mencapai lutut orang dewasa. Diperkirakan ini merupakan bencana banjir tertinggi yang melanda desa Kalianak Timur seiring dengan peningkatan tinggi muka air dan kecepatan air.
“Sejak jam delapan, tiga hari berlalu ketika rumah saya setengah jalan, tetapi saya tidak pergi ke rumah saya. Tinggi, kadang seminggu tidak ada banjir,” kata warga Siti Djulaikhah.

Warga permukiman Kalianak Timur berharap pemerintah memperhatikan nasib mereka yang terkena dampak banjir hampir setiap bulan.
Warga meminta Pemkot Surabaya memperbaiki saluran air agar air pasang cepat surut dan tidak sampai ke rumah warga.






