Tak Punya Biaya Sekolah? Pemkot Surabaya Siapkan 400 Beasiswa dan Asrama Gratis

SurabayaHebat.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus memperkuat komitmennya dalam pemerataan akses pendidikan, khususnya bagi keluarga kurang mampu, melalui program Asrama Bibit Unggul. Tahun ini, Pemkot menyiapkan 400 kuota bantuan pendidikan, yang terbagi untuk 200 pelajar jenjang SMP dan SMA, serta 200 mahasiswa melalui program Satu Keluarga Satu Sarjana.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan bahwa bantuan ini adalah wujud nyata keberpihakan pemerintah terhadap masyarakat kecil, dengan tetap menjaga martabat dan privasi para penerima manfaat. “Sejak 2022, saya berusaha menjaga privasi warga yang saya bantu. Saya tidak ingin mereka merasa malu atau minder karena kondisinya terekspos,” ujar Eri di Gedung Sawunggaling.

Menurut Eri, keberadaan Asrama Bibit Unggul bukan sekadar tempat mendisiplinkan secara keras. Lebih dari itu, asrama ini bertujuan menciptakan lingkungan positif yang mampu membentuk pola pikir dan karakter remaja agar lebih baik dan mandiri.

Baca Juga  Persebaya Takluk 0-3, Tavares Soroti Turunnya Mental Saat Tertinggal

“Kalau dari keluarga tidak mampu, kami bantu lewat sekolah dan pembinaan di asrama seperti Kampung Anak Negeri atau Bibit Unggul. Tapi bagi keluarga yang masih mampu, pengawasan tetap dilakukan bersama. Ini wujud gotong royong sosial,” tegasnya.

Program asrama ini merupakan pengembangan dari inisiatif sebelumnya, yaitu Sekolah Kebangsaan. Sekolah Kebangsaan yang hanya berlangsung selama 10 hari dinilai kurang efektif dalam mengubah perilaku remaja dalam jangka panjang. “Setelah 3-4 bulan, sebagian kembali ke kebiasaan lama. Maka kami buka asrama yang bisa membina mereka lebih intensif dan berkelanjutan,” imbuh Eri.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (DP3A-PPKB) Kota Surabaya, Ida Widyawati, menuturkan bahwa pihaknya juga memperkuat pembinaan bagi orang tua dan anak secara menyeluruh.

Baca Juga  Carry dan Fronx Dongkrak Penjualan Suzuki hingga Tumbuh 30% di Kuartal I-2026

“Kami fasilitasi biaya pendidikan anak-anak dari keluarga tidak mampu. Mereka juga bisa tinggal di Asrama Bibit Unggul atau Kampung Anak Negeri jika ingin fokus belajar,” katanya.

Ida menambahkan, lingkungan dan pola asuh yang tepat sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak. Oleh karena itu, Pemkot terus mengedukasi masyarakat melalui berbagai inisiatif, seperti Puspaga Balai RW dan Kampung Arek Surabaya Ramah Perempuan dan Anak.

“Kami juga mendorong penerapan jam malam dan memberikan penghargaan kepada RW yang konsisten menjaga keamanan dan kenyamanan anak-anak di lingkungannya,” pungkas Ida. Upaya ini menunjukkan komitmen Pemkot Surabaya untuk menciptakan generasi muda yang berkarakter dan berdaya saing.(sh-02)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News