Umum  

Opsi 6 Lajur Menguat, Desain Flyover Gedangan Sidoarjo Masih Tunggu Kesepakatan

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Sidoarjo Muhammad Makhmud

SURABAYAHEBAT.COM – Rencana pembangunan Flyover (FO) Gedangan, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, hingga kini belum memasuki tahap finalisasi desain. Pembahasan masih berlangsung karena kebutuhan lahan pembangunan flyover bersinggungan dengan aset serta rencana pengembangan jalur kereta api milik PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Pemkab Sidoarjo bersama sejumlah instansi terkait masih mencari titik temu mengenai desain dan kebutuhan lahan Flyover Gedangan. Dua opsi desain yang tengah dibahas yakni flyover dengan empat lajur dan enam lajur.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Sidoarjo Muhammad Makhmud mengatakan, perbedaan desain tersebut berpengaruh terhadap kebutuhan ruang dan pembebasan lahan.

“Ini kami masih mencari solusi dari tiga instansi yang menjadi titik simpulnya, tapi belum final,” kata Makhmud dalam keterangan yang diterima, Rabu (23/9/2026).

Menurut Makhmud, desain Flyover Gedangan juga harus diselaraskan dengan rencana PT KAI untuk mengembangkan jalur kereta api ganda atau double track. Kondisi tersebut membuat kebutuhan lahan harus dipetakan secara cermat sebelum desain akhir ditetapkan.

Pemkab Sidoarjo bersama Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) dan PT KAI perlu menyamakan peta bidang lahan. Langkah tersebut penting agar pembangunan flyover tidak menimbulkan persoalan baru terkait kebutuhan ruang maupun pengembangan infrastruktur perkeretaapian di kawasan Gedangan.

Baca Juga  Kalender Libur Nasional 2027: Ada 18 Hari Libur dan 8 Hari Cuti Bersama

Pemkab Sidoarjo Cenderung Pilih Enam Lajur

Dari dua opsi yang dibahas, Pemkab Sidoarjo cenderung memilih desain Flyover Gedangan dengan enam lajur. Pilihan tersebut mempertimbangkan kebutuhan lalu lintas kawasan Gedangan dalam jangka panjang.

Makhmud mengatakan, desain enam lajur diproyeksikan mampu melayani kebutuhan lalu lintas hingga sekitar 30 tahun. Pemilihan desain dengan kapasitas lebih besar sejak awal juga dinilai dapat mengurangi kebutuhan pembebasan lahan tambahan apabila volume kendaraan meningkat di masa mendatang.

“Kalau enam lajur, kami hitung sampai 30 tahun. Daripada nanti harus membebaskan lahan lagi, lebih baik disiapkan sekarang,” ujarnya.

Meski demikian, pembahasan belum menghasilkan kesepakatan final. Salah satu kendalanya adalah PT KAI belum hadir dalam pertemuan pembahasan terakhir.

Pemkab Sidoarjo berencana kembali mengundang PT KAI dan BBPJN untuk menyepakati kebutuhan lahan sekaligus memastikan desain Flyover Gedangan yang akan digunakan.

BBPJN Nilai Enam Lajur Lebih Mampu Tampung Lalu Lintas

Core Team P2JN BBPJN Jatim-Bali Indi Sasongko mengatakan, dari sisi teknis dan lalu lintas, opsi enam lajur dinilai lebih mampu mengakomodasi pergerakan kendaraan di kawasan Gedangan.

Namun, penerapan desain tersebut tetap bergantung pada ketersediaan lahan dan kesepakatan antarlembaga, khususnya dengan PT KAI.

Baca Juga  KISI 2026 Resmi Dibuka, Pemkab Sidoarjo Dorong Inovasi yang Inklusif dan Berkelanjutan

“Secara lalu lintas tentu yang paling bagus enam lajur,” kata Indi.

Ia menjelaskan, opsi enam lajur dirancang dengan tiga lajur pada masing-masing sisi bagian bawah frontage. Ruas tersebut nantinya dapat melayani berbagai pergerakan kendaraan, baik kendaraan yang berbelok maupun kendaraan yang bergerak menerus.

Sementara itu, desain empat lajur membutuhkan kebutuhan lahan yang lebih sedikit. Namun, konsekuensinya adalah kapasitas lalu lintas yang dapat dilayani juga lebih terbatas dibandingkan opsi enam lajur.

“Kalau sudah ketemu kesepakatannya, kami dari BBPJN bisa mengoptimalkan desainnya,” ujarnya.

Pembahasan kebutuhan lahan dan desain menjadi tahapan penting sebelum pembangunan Flyover Gedangan masuk ke tahap berikutnya. Pemerintah daerah dan instansi terkait masih harus menyatukan rencana pembangunan jalan dengan pengembangan jalur kereta api agar kedua proyek infrastruktur tersebut dapat berjalan tanpa saling mengganggu.

Dengan adanya kesepakatan mengenai kebutuhan lahan dan desain, proses pembangunan Flyover Gedangan diharapkan dapat dilanjutkan secara lebih terukur untuk mendukung kelancaran lalu lintas di salah satu kawasan padat kendaraan di Kabupaten Sidoarjo. (JOC)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News