SURABAYAHEBAT.COM – Kawasan wisata religi Makam Sunan Ampel, Kota Surabaya, diterpa keluhan dari para peziarah akibat maraknya anak jalanan (anjal) dan pengemis yang meminta uang dengan cara memaksa. Laporan terkait gangguan ini berulang kali masuk melalui hotline Lapor Cak Eri.
Modus yang dilakukan terbilang beragam, mulai dari berpura-pura membantu peziarah menyeberang jalan hingga mengikuti peziarah secara terus-menerus sampai diberi uang.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengonfirmasi telah menerima aduan tersebut dan langsung menginstruksikan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Surabaya untuk bergerak melakukan penertiban di lapangan.
“Ada laporan di hotline terkait anak jalanan (anjal) di kawasan (Makam Sunan) Ampel. Mereka mengganggu dan membuat peziarah tidak nyaman,” kata Eri Cahyadi, Rabu (2/9/2026).
Eri menjelaskan bahwa pengawasan di area Ampel sebenarnya dilakukan rutin setiap hari. Namun, keberadaan anjal yang terkesan “kucing-kucingan” dan tidak menetap menjadi tantangan tersendiri bagi petugas. Anjal kerap kembali beraksi tak lama setelah petugas meninggalkan lokasi.
Atas ketidaknyamanan tersebut, Eri menyampaikan permohonan maaf kepada para peziarah dan berjanji akan menambah intensitas patroli serta memperketat pengawasan di kawasan religi tersebut.
Tak hanya sekadar menertibkan, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya juga menerapkan sanksi sosial bagi para anjal dan pengamen yang terjaring. Mereka dibawa ke UPTD Liponsos Keputih Surabaya selama tiga hari untuk menjalani pembinaan berupa sanksi sosial, seperti membersihkan area Liponsos hingga membantu memberi makan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).
Langkah tegas dan pengetatan pengawasan ini diharapkan dapat mengembalikan kenyamanan dan keamanan bagi para peziarah yang berkunjung ke kawasan Makam Sunan Ampel Surabaya. (XHM)






