Sidoarjo Siapkan Landmark Gapura Jenggala, Penataan Perbatasan Dilanjutkan ke Pasuruan dan Mojokerto

Bupati Sidoarjo Subandi

SURABAYAHEBAT.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo berencana menata kawasan perbatasan Sidoarjo-Surabaya secara menyeluruh. Penataan tersebut mencakup pembangunan Gapura Jenggala sebagai ikon daerah, penataan ruang, penertiban pedagang kaki lima (PKL), hingga pengaturan parkir untuk mengurai potensi kemacetan.

Kawasan yang menjadi fokus penataan berada di perbatasan Kelurahan Menanggal, Kecamatan Gayungan, Surabaya, dengan Desa Wadungasri, Kecamatan Waru, Sidoarjo. Kawasan ini dinilai membutuhkan penataan agar batas administrasi kedua daerah terlihat lebih jelas sekaligus memiliki identitas yang mencerminkan sejarah dan kearifan lokal.

Salah satu rencana utama dalam penataan tersebut adalah pembangunan Gapura Jenggala berukuran besar. Gapura itu direncanakan memiliki lebar minimal 2,5 meter dengan bentang panjang sekitar 7 hingga 8 meter, menyesuaikan kondisi dan daya dukung lokasi.

Bupati Sidoarjo Subandi mengatakan, desain gapura akan dimatangkan bersama Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Sidoarjo agar mencerminkan karakteristik daerah serta nilai sejarah yang dimiliki Sidoarjo.

“Mudah-mudahan kawasan perbatasan ini bisa ditata ulang sesuai kearifan lokal. Kita ingin mengembalikan nilai-nilai lokal di situ, supaya batas wilayah Surabaya dan Sidoarjo terlihat jelas, sekaligus mengangkat kembali sejarah Sidoarjo,” kata Subandi dalam keterangan tertulis yang diterima Minggu, 25 Oktober 2026.

Baca Juga  Dirut PT BPI Ajukan Banding atas Vonis Kasus Wire Rope, Ini Alasan Kuasa Hukumnya

Saat meninjau kawasan tersebut, Subandi didampingi Wakil Ketua III DPRD Sidoarjo Warih Andono, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Sidoarjo Arif Mulyono, serta Kepala BNN Kabupaten Sidoarjo Kombes Pol Gatot Soegeng Soesanto.

Subandi menegaskan, perencanaan desain perlu dilakukan secara matang agar gapura yang dibangun tidak hanya berfungsi sebagai penanda batas wilayah, tetapi juga menjadi representasi identitas dan sejarah daerah.

“Desainnya akan dimatangkan terlebih dahulu agar benar-benar mencerminkan identitas Sidoarjo. Kita ingin setiap daerah menampilkan karakteristik sejarahnya masing-masing,” ujarnya.

Penataan PKL dan Parkir Jadi Perhatian

Selain membangun ikon daerah, Pemkab Sidoarjo juga akan menata aktivitas masyarakat di sekitar kawasan perbatasan. Keberadaan pedagang kaki lima menjadi salah satu aspek yang didata untuk mendukung penataan ruang agar lebih tertib.

Pemkab Sidoarjo juga meminta Dinas Perhubungan (Dishub) melakukan kajian terhadap titik-titik rawan kemacetan, terutama akibat kendaraan yang parkir di bahu jalan.

Hasil kajian tersebut akan menjadi dasar untuk menentukan lokasi pemasangan rambu larangan parkir. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan ketertiban lalu lintas sekaligus mendukung kenyamanan pengguna jalan yang melintasi perbatasan Sidoarjo-Surabaya.

Baca Juga  1. Tanamkan Kepedulian Lingkungan Sejak Dini, Pemkab Sidoarjo Apresiasi 16 Sekolah Adiwiyata

“Kami meminta Dishub rutin melakukan patroli agar pengendara tidak memarkir kendaraannya sembarangan. Penataan estetika kawasan harus berjalan beriringan dengan kelancaran arus lalu lintas,” tegas Subandi.

Dengan demikian, penataan kawasan tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik dan keindahan lingkungan, tetapi juga memperhatikan aktivitas ekonomi masyarakat serta kelancaran mobilitas kendaraan.

Penataan Perbatasan Dilanjutkan ke Pasuruan dan Mojokerto

Pemkab Sidoarjo merencanakan penataan kawasan perbatasan secara bertahap. Setelah kawasan perbatasan Sidoarjo-Surabaya, program serupa akan dilanjutkan di titik batas wilayah lainnya, termasuk perbatasan Sidoarjo-Pasuruan dan Sidoarjo-Mojokerto.

Penataan tersebut diharapkan mampu mengubah kawasan perbatasan yang selama ini lebih dikenal sebagai jalur perlintasan kendaraan menjadi ruang yang memiliki identitas daerah, tertata, dan merepresentasikan kekayaan sejarah serta budaya setempat.

Melalui rencana pembangunan Gapura Jenggala dan pembenahan kawasan secara menyeluruh, Pemkab Sidoarjo ingin mempertegas identitas wilayah sekaligus menghadirkan landmark yang dapat menjadi kebanggaan masyarakat.

Ke depan, penataan kawasan perbatasan diharapkan tidak hanya memperjelas batas administratif, tetapi juga mendukung wajah kota yang lebih tertib, nyaman, dan memiliki karakter khas Sidoarjo. (FKR)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News